Join Photoblog!
pixel
« 
pixel
«  
  »
pixel
S M T W T F S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30
 »
pixel

Pesona Karapan Sapi Madura

2011.09.20
pixel
Peserta karapan sapi juga diikuti oleh anak-anak
pixel
pixel
pixel
saat mencapai garis finish
pixel
Pendukung peserta Karapan, saat mengejar Tim yang dibelanya hal inii dimaksudkan agar sapi yang ditunggangi berlari dengan cepat.
pixel
KARAPAN SAPI, Seorang joki memacu sepasang sapi karapan, saat Festival Karapan Sapi Piala Presiden 2010 di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo Pamekasan Madura, Minggu (23/10).

FESTIVALKarapan Sapi yang digelar di stadion Stadion R Sunarto Hadiwijoyo Pamekasan, Madura berlangsung meriah.Ribuan penonton memadati lapangan tersebut untuk menyaksikan adu lari sapi-sapi Madura.

Karapan sapi memang sudah begitu lekat dengan Madura.Tradisi ini masih tetap mereka pertahankan. Caranya, dengan menggelar berbagai kejuaraan karapan sapi. Beberapa waktu lalu, di Madura kembali dihelat festival Karapan Sapi piala bergilir Presiden Cup 2010 yang bertajuk Dji Sam Soe Falvour Lounge. Festival ini dilaksanakan pada Sabtu–Minggu (23–24/10).Pada hari pertama digelar Festival Sapi Sono’ yang merupakan festival sapi hias dan diikuti oleh 4 kabupaten di Madura.

Sapi dihias dengan dipasangkan pernak-pernik emas, di kepala sapi dan sebagian badan sapi.FestivalSapi Sono konon merupakan tradisi dan budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat Madura. Terdapat 3 unsur penting dalam Festival Sapi Sonok, yaitu sapi yang dihias dengan menarik, joki sebagai pengendali sapi tersebut, serta karawitan sebagai musik pengiring. Terik matahari menyambut penonton yang hadir untuk menyaksikan festival tahunan tersebut.

Suhu udara yang panas tidak menyurutkan antusias penonton untuk hadir dan menikmati budaya tradisional sapi sonok.Dengung suara khas karawitan mengiringi joki dan sinden untuk mengiringi sapi yang dihias, interaksi penonton pun terlihat dengan menyambut sinden dengan uang saweran. Pada babak penilaian,sapi yang dihias harus serasi antara gerak iringan kakinya dan alunan lagu.Kekompakan sapi,joki,dan sinden menjadi unsur yang penting dalam Festival Sapi Sonok tersebut.

Sebagai penghargaan,pihak sponsor Dji Sam Soe memberikan piala bagi setiap masyarakat yang mengikuti Festival Sapi Sonok tersebut.Jadi,tidak ada yang kalah atau yang menang dalam festival tersebut karena memang hanya bertujuan untuk menghibur wisatawan domestik ataupun asing. Pada malam harinya dilanjutkan dengan perhelatan budaya yang bertajuk “Semalam di Madura”.

Walaupun hujan sempat mengguyur di awal acara, tidak mengurangi antusias wisatawan untuk mengetahui dan menikmati budaya tari dari berbagai pelosok Pulau Madura. Taritarian banyak ditampilkan dan lagu-lagu daerah turut dibawakan oleh musisi lokal. Alunan gamelan dan lemah gemulai para penari terus memanjakan penonton hingga tengah malam. Pagelaran fashion busana batik madura turut meramaikan perhelatan akbar tersebut.

Pada pagi harinya puncak acara Dji Sam Soe Flavour Lounge, yakni adu balap karapan sapi dilangsungkan di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo Pamekasan. Cuaca Kota Pamekasan yang sangat cerah menyambut di kala senja.Tanah basah dan becek dikarenakan hujan yang mengguyur di malamnya tetap tidak menyurutkan semangat penonton yang hadir dari berbagai pelosok daerah dan negara. Dengan tiket masuk yang harganya relatif murah (Rp5.000) pengunjung sudah dapat melihat karapan sapi tersebut.

Suasana yang ramai terasa seperti berada di pasar tradisional ketika memasuki stadion tempat diselenggarakan acara tersebut.Ramai pedagang kaki lima terdengar riuh menawarkan dagangannya dan turut menjadi pelengkap acara rakyat ini. Ribuan penonton yang hadir memadati setiap sudut lapangan yang hanya dibatasi oleh pembatas bambu anyaman sederhana.

Kapasitas penonton yang banyak sampai ada yang naik dan duduk di atas pagar stadion.Walaupun hal itu berbahaya,mereka tidak menghiraukan demi untuk melihat perhelatan akbar tahunan tersebut. Suara riuh penonton menyambut ketika karapan sapi dihadirkan di lapangan. Sebanyak 24 pasangan sapi bersaing dalam lomba bergilir Presiden Cup 2010 perwakilan dari 4 kabupaten di Madura.

Persiapan yang agak lama dalam garis start untuk menyiapkan sapi agar berbarengan meninggalkan garis start membuat penonton bersorak karena dalam mempersiapkan satu pertandingan dibutuhkanwaktu 15–30 menit. Walaupun agak lama penonton tetap setia untuk menunggu. Untuk mengantisipasi panas terik matahari dengan suhu udara 31 derajat Celsius, pihak Dji Sam Soe membuka dome atau shelter di dalamnya dipenuhi dengan berbagai hiburan dan gamessehingga penonton bisa beristirahat sejenak di dalam shelter tersebut.

Pertandingan demi pertandingan terus berlangsung dan banyak kejadian-kejadian seru dalam pertandingan tersebut. Dari sapisapi yang menabrak penonton di garis finis hingga sapi terlepas dari jokinya sehingga lari ke lapangan tanpa joki.Hingga pada akhirnya pertandingan karapan sapi dimenangkan oleh tim Jetmatik dan membawa piala bergilir dan satu buah mobil pick up.

Penonton pun bersorak dan satu per satu meninggalkan stadion. Acara yang cukup meriah dan terlihat sukses ini sangat dinanti oleh penikmat budaya. Karapan sapi telah menjadi pesona budaya dan daya tarik wisatawan domestik ataupun asing selama 10 tahun terakhir ini. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus menghargai, menjaga, dan melestarikan budaya peninggalan nenek moyang karena semua itu merupakan jati diri bangsa Indonesia dengan beragam kebudayaan yang ada.(yulius satria wijaya)
You must be logged in to comment!
Views: 1105
Category: CULTURE/BUDAYA
pixel
« 
pixel
 »
pixel