Join Photoblog!
pixel
« 
pixel
«  
  »
pixel
S M T W T F S
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
 »
pixel

Peduli Terhadap Budaya "Wayang Bambu Mendunia"

2012.05.09
pixel
Sosok A.Drajat Iskandar dalang sekaligus inovator muda yang peduli akan budaya bangsa, dia berharap pemuda peduli akan budaya bangsa
pixel
Proses perakitan dan pembuatan wayang bambu asli Cijahe Bogor
pixel
Cinderamata wayang bambu yang dimasukan kedalam botol limun dan kotak kaca
pixel
Hidup dan matinya Kang Drajat, ia tumpahkan seluruhnya untuk keberlangsungan budaya daerah, khususnya wayang bambu. Ia mempunya mimpi wayang bambu menjadi salah satu sejarah
pixel
Peran pemuda sangat dibutuhkan dalam kelangsungan budaya, jangan biarkan kekayaan budaya kita terbengkalai dan punah
pixel
Peduli Terhadap Budaya "Wayang Bambu Mendunia"

Indonesia negara yang kaya akan budaya , baik dalam kesenian musik, pertunjukan, seni rupa selalu memukau dunia. Ciri khas budaya asli Indonesia selalu menjadi raja dan lebih dihargai dinegara lain jika dibandingkan di tanah airnya sendiri, yang seakan kaum muda enggan untuk melestarikan budayan dan lebih mengagung-agungkan budaya barat. Dari kesenian batik, reog, lagu daerah dalam kepemilikan hak cipta dinilai kurang dilindungi oleh pemerintah sehingga banyak di klaim oleh negara tetangga.

Kesenian wayang yang dahulu kala digunakan oleh para wali untuk menyebarkan agama khususnya Islam, kini popularitasnya sangat memperihatinkan. Wayang golek, wayang kulit kini sudah banyak ditinggalkan, dilihat dari pengunjung yang hadir dalam setiap pagelaran wayang penontonnya dapat dihgitung dengan jari. Dari keresahan akan sadarnya budaya, seorang pemuda warga Cijahe, Semplak, Bogor, Jawa Barat, yang bernama A.Drajat Iskandar (36) membuat inovasi dengan membuat pembaruan pada pembuatan wayang dengan menggunakan bahan dari bambu, dan merupakan satu-satunya pembuat wayang dari bambu yang ada di dunia, wayang bambu di buat Kang Drajat sejak tahun 2000.

Kang Drajat , dibantu oleh para pemuda di daerah Cijahe , memberikan ruang wirausaha yang membantu perekonomian di daerah ini, untuk menghasilkan 1 tokoh karakter wayang memakan waktu 3-7 hari, hargapun beraneka ragam mulai dari 50 ribu- 3 juta rupiah, tergantung pada besar dan kerumitan wayang yang akan dibuat.

Kang Drajat memilih bahan bambu karena filosofi bambu yang kuat, ungkapnya “bahan bambu sangat mudah didapatkan di Indonesia, dan bambu memiliki makna yang kuat bagi negara Indonesia, kita merdeka hanya menggunakan senjata sederhana yaitu bambu runcing”. Secara keseluruhan proses pembuatan wayang bambu milik Kang Drajat, mengunakan proses manual dengan membuat anyaman dari bambu setelah itu baru dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan karakter-karakter wayang beraneka ragam.

Jika dalam wayang kulit dapat kita temukan karakter Ramayana, tapi dalam ceritanya wayang bambu tidak menggunakan cerita Mahabrata tetapi dalam alur ceritanya mengisahkan kehidupan sehari-hari, wayang bambu memiliki tokoh pamungkas yang bernama Satria Raden Rakaseta . Jika wayang golek memiliki tokoh lucu seperti Cepot, di wayang bamboo memiliki tokoh serupa tetapi beda yang bernama Ijot yang menjadi andalan Kang Drajat dalam setiap penampilan dalam pementasan.

Kang Drajat yang dikenal humoris dan memiliki perawakan agak tambun dengan logat sunda Bogornya mempunyai harapan yang lebih dari Wayang bambu ini, dia berharap “ melaui wayang bambu bahasa Sunda Bogor yang kini sudah ditinggalkan oleh sebagian anak muda, saya ingin mengenalkan kembali bahasa ini yang sudah tergerus oleh bahasa asing di setiap sekolah di Bogor”.

Selain membuat dan melakukan pagelaran wayang Bambu Kang Drajat juga membuat cinderamata wayang bambu yang dikemas dalam sebuah botol limun, yang kini sudah mencapai keseluruh penjuru dunia. Pengunjung yang datang kebengkel pembuatan wayang selain orang lokal, wisatawan asing juga antusias untuk melihat pembuatan dan membeli cinderamata dari Kang Drajat. Kang Drajat juga membuka pintu yang seluas-luasnya untuk pengunjung yang ingin belajar membuat Wayang Bambu . “Saya berharap wayang bambu akan menjadi sejarah di Indonesia, dan anak cucu dapat menikmati dengan adanya wayang bambu” ungkapnya.

Dalam pagelaran wayang bambu Kang Drajat tidak menggunakan gamelan untuk mengiringi jalannya pagelaran tersebut, tetapi dia mengguanakan music rekaman dari radio tape yang berisikan lagu untuk pengiring pencak silat, minimnya biaya tidak membuat Kang Drajat hilang kreativitas. Dia mengharapkan peran pemerintah untuk membantu mendukung kegiatan baik real ataupun materil.
Banyak seniman yang gulung tikar dikarenakan tidak ada yang peduli dan mendukung kegiatan yang sebenarnya adalah budaya sebagai jati diri bangsa dan negara. Kita sebagai bangsa Indonesia mari beramai-ramai mempromosikan budaya kita sendiri, demi terciptanya pelestarian budaya agar tidak punah dimakan jaman. YULIUS SATRIA WIJAYA
You must be logged in to comment!
Views: 1184
pixel
Tagged: budaya esay
« 
pixel
 »
pixel