Weekly Theme "Macro Photography" | Relaunch (Announcement), Help, Feedback.

Uniknya Wayang Bambu dari Cijahe Yang Mendunia

  • Posted May 16, 2012 by Guntoro in Story. Viewed 7862 times

  • This is a migrated legacy post. Image resolution is low. Info

Wayang yang kita kenal, biasanya terbuat dari kulit atau kayu. Namun seorang warga Cijahe, Semplak, Bogor, Jawa Barat, membuat inovasi baru yaitu membuat wayang yang terbuat dari bambu. Wayang ini dibuat oleh Pak Drajat, merupakan satu-satunya pembuat wayang dari bambu yang ada di dunia.
Awal mula tercipta wayang dari bambu yaitu ketika Pak Drajat sering membuat wayang dari kulit singkong setelah itu dia berinovasi untuk membuat wayang dengan bahan utama dari bambu dan akhirnya terciptalah wayang dari bambu.
Secara keseluruhan proses pembuatan wayang Pak Drajat, mengunakan proses manual dengan membuat anyaman dari bambu setelah itu baru dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan karakter-karakter wayang beraneka ragam.
Kang Drajat memilih bahan bambu karena filosofi bambu yang kuat, ungkapnya “bahan bambu sangat mudah didapatkan di Indonesia, dan bambu memiliki makna yang kuat bagi negara Indonesia, kita merdeka hanya menggunakan senjata sederhana yaitu bambu runcing”. Secara keseluruhan proses pembuatan wayang bambu milik Pak Drajat, mengunakan proses manual dengan membuat anyaman dari bambu setelah itu baru dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan karakter-karakter wayang beraneka ragam.
Yang kita tahu bahwa wayang golek memiliki tokoh lucu seperti Cepot, di wayang bambu memiliki tokoh serupa tetapi beda yang bernama “Ijot” yang menjadi andalan Pak Drajat dalam setiap penampilan dalam pementasan.
Untuk menghasilkan satu wayang Pak Drajat membutuhkan waktu hampir 3-7 hari. Cara pembuatan wayang ini dibagi-bagi, mulai dari badan, kepala hingga memasang baju dan hiasan notenya. Saat ini untuk membuat kerajinan wayang dari bambu, Pak Drajat mempekerjakan para pemuda setempat dan dia juga membuat kelompok Gerbang Kreasi Pemuda Cijahe (GKPC) yang digunakan sebagai wadah untuk berkreasi pembuatan wayang bambu.
Sedangkan hal yang dilakukan oleh Pak Drajat untuk memperkenalkan wayang buatannya ini yaitu dengan cara membuat pagelaran kecil ke Sekolah-sekolah dan ternyata pada khirnya wayang bambu ini mendapat perhatian dan respon yang baik dari masyarakat. Kerajinan wayang bambu dapat memberikan ruang wirausaha yang membantu perekonomian di Cijahe. Harga satu karakter wayang tersebut itu tergantung besar dan kerumitan wayang yang akan dibuat. Selain memenuhi permintaan dalam negeri, wayang bambu juga berhasil menembus dunia Internasional seperti ke Cina, Jerman, dan Australia.
Wayang bambu dan beragam jenis wayang lainnya merupakan warisan budaya yang telah diakui dunia melalui sertifikat dari UNESCO, awal tahun 2009 lalu. Eksistensinya melalui beragam pertunjukkan wayang dan perawatan lainnya harus dilestarikan, bukan dengan menyerang dalam kekerasan untuk menghentikan hal-hal tersebut. Akan sangat memalukan, bila Indonesia kehilangan kebudayaannya satu per satu akibat ulah bangsanya sendiri. /Guntoro

Sosok Pak Drajat Iskandar seorang Dalang, penemu dan pembuat wayang bambu yang berasal dari kampung Cijahe, Semplak, Bogor, Jawa Barat.

Proses pembuatan wayang bambu asli Cijahe, Bogor.

Tokoh wayang “ijot” yang menjadi andalan Pak Drajat dalam setiap penampilan dalam pementasan.

Karya dari Pak Drajat lain seperti wayang bambu yang dimasukkan ke dalam kotak kaca dan botol.

Eksistensinya melalui beragam pertunjukkan wayang dan perawatan lainnya harus dilestarikan. Akan sangat memalukan, bila Indonesia kehilangan kebudayaannya satu per satu akibat ulah bangsanya sendiri.

Join the conversation!
    Login or Signup using following options to comment Login or Signup below to comment
    Login Sign up

    Be the first one to comment on this post!