Tenganan Pegringsingan, Bali Village

by Putu Subada Kusuma Sh., Kn June. 24, 2008 18272 views

Desa Tenganan Pegringsingan dikenal sebagai perkampungan Bali Aga atau Bali Kuno yang menyimpan kekhasan masing-masing, salah satunya adanya tradisi “Perang Pandan”, terletak sekitar 5 Km sebelah Utara Candidasa, Kabupaten Karangasem Bali.
Sebuah Desa dengan banyak tradisi unik yang sangat sayang untuk tidak diabadikan, terlebih lagi dengan masyarakatnya yang sangat bersahaja juga berbagai tradisi uniknya ritual keagamaan mereka susun menurut kalender sendiri yang berbeda dengan kebanyakan masyarakat Bali. Dengan Panorama yang indah backdrop bukit dan kerajinan tenun ikatnya disebut “ikat gringsing” yang proses pewarnaannya menggunakan bahan-bahan tradisional. Kain pegringsingan digunakan oleh muda-mudi ketika ada upacara sebagai pakaian Adat mereka.
Bangunan di Desa ini masih mempertahankan arsitektur kuno, masih mempertahankan “bata” sehingga masih merupakan ciri khas. Sekalipun berbeda dengan bata lainnya yang dibakar, bata disini tidak dibakar dan tidak menggunakan perekat semen melainkan “lumpur tanah” dari bata itu sendiri. Masyarakat Tenganan ini diyakini berasal dari zaman Raja Bedahulu, atau jaman dimana jauh sebelum Bali ditaklukkan Majapahit sekitar abad XIV.
Desa yang kerap disebut “aslinya Bali” ini menurut catatan sejarah pernah tertimpa kebakaran hebat pada tahun 1841.
Peraturan tradisi mereka berlaku “awig-awig” yang sekarang adalah disusun berdasarkan warisan leluhur mereka tahun 1842, yang aslinya sempat habis terbakar pada kejadian pada tahun 1841 tersebut. Penyusunan awig-awig ini dengan mendapat restu dari Raja Klungkung dan Raja Karangasem pada waktu itu.
Mengapa Desa ini diberi nama Tenganan ? sampai saat ini belum terjawab. Tapi menurut peneliti R.Goris, dari beberapa prasasi ditemukan kata Tenganan berasal dari Tranganan. Sedangkan peneliti lainnya, V.E.Korn menyebut Tenganan berasal dari kata “ngatengahang” (bergerak ketengah). Ini berkaitan dengan cerita berpindahnya warga Tenganan dari pesisir Pantai Ujung mencari tempat lebih ke tengah. Versi lainnya menyebut Tenganan berasal dari “tengen” (kanan). Ini berkaitan dengan cerita warga Tenganan berasal dari orang-orang Peneges. Peneges berarti pasti atau tangan kanan.
Dari pengamatan landscape kampung mereka, sangat asri, dimana dihalaman rumah mereka yang berjejer rapi, ada beberapa “ayunan” tradisional mungkin dimaksudkan sebagai sarana hiburan buat anak-anak mereka.
Khusus koleksi foto saya tentang “Perang Pandan” yang diacarakan setahun sekali ini, terakhir pada tanggal 15 Juni 2008 yang sempat saya abadikan dan ternyata menarik sekali. Sekalipun sulit mendekati panggung tapi lensa Tele 70-200mm cukup membantu, kepadatan acara karena dipenuhi oleh ribuan Wisatawan Mancanegara, sekalipun saya sudah dilokasi sejak pukul 7 pagi, sedangkan acara baru dimulai pukul 13.00 - 17.00 wita, perjalanan panjang (2 jam dari Denpasar) serta penantian panjang dan melelahkan tidak begitu terasa setelah mendapat pertunjukkan yang sangat langka dan menarik tersebut.

“Fighting”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan-Kabupaten Karangasem-Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa 70-200mm 1:4 Canon

“Fighting”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan-Kabupaten Karangasem-Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa 70-200mm 1:4 Canon

“Fighting”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan-Kabupaten Karangasem-Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa 70-200mm 1:4 Canon

“Fighting”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan-Kabupaten Karangasem-Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa 70-200mm 1:4 Canon

“Fighting”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan-Kabupaten Karangasem-Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa 70-200mm 1:4 Canon

“Fighting”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan-Kabupaten Karangasem-Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa 70-200mm 1:4 Canon

“Fighting”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan-Kabupaten Karangasem-Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa 70-200mm 1:4 Canon

“Fighting”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan-Kabupaten Karangasem-Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa 70-200mm 1:4 Canon

“Nenek Tua”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan, Karangsem Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa 70-200mm 1:4 Canon

“Bermain Ayunan”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa EF 24-70 mm 1:2.8.L USM Canon

“Tradisi Nyate”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa EF 24-70 mm 1:2.8.L USM Canon

“Tradisi Nyate”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan-Karangasem Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa EF 24-70 mm 1:2.8.L USM Canon

“Menuju Nirwana”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan Karangasem Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa EF 24-70 mm 1:2.8.L USM Canon

“Tradisi Nyate”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan Karangasem Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa EF 24-70 mm 1:2.8.L USM Canon

“Dialog Bersahaja”
Lokasi : Desa Tenganan Pegringsingan Karangasem Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa 70 - 200 mm 1:4 Canon

“Kakek Tua”
Lokasi Tenganan Pegringsingan-Karangasem Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa EF 24-70 mm 1:2.8.L USM Canon

“Persembahan”
Lokasi Tenganan Pegringsingan-Karangasem Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa EF 24-70 mm 1:2.8.L USM Canon

“Aku (PutuKusuma) Lagi Hunting”
Lokasi Tenganan Pegringsingan-Karangasem Bali
Fotographed : Adi
Camera Pocket Canon G9

“@ cup of ice cream”
Lokasi Tenganan Pegringsingan-Karangasem Bali
Fotographed : Putu Kusuma
Camera DSLR Canon 20D
Lensa EF 24-70 mm 1:2.8.L USM Canon

  Be the first to like this post
Join the conversation
0
Be the first one to comment on this post!
Up
Copyright @Photoblog.com