AROMA MISTIS CANDI CETHO

by Yulius Satria Wijaya February. 22, 2012 23652 views

Cetho (Indonesian: Candi Cetho) is a fifteenth century Javanese-Hindu temple that is located on the western slope of Mount Lawu (elev. 900 m or 3,000 feet above sea level) on the border between Central and East Java provinces.
Ceto is one of several temples built on the northwest slopes of Mount Lawu in the fifteenth century. By this time, Javanese religion and art had diverged from Indian precepts that had been so influential on temples styles during the 8-10th century. This area was the last significant area of temple building in Java before the island's courts were converted to Islam in the 16th century. The temples' distinctiveness and the lack of records of Javanese ceremonies and beliefs of the era make it difficult for historians to interpret the significance of these antiquities


AROMA MISTIS CANDI CETHO

Dalam bahasa Jawa, cetho berarti jelas atau jernih. Candi yang berada pada ketinggian 1400 meter di lereng Gunung Lawu, Karang Anyar, Jawa Tengah. Candi Cetho bisa dicapai melalui jalan aspal sempit, menanjak dan berkelok-kelok. Sejuknya udara pegunungan dan indahnya pemandangan alam akan menjadi teman saat menelusuri Candi Cetho.
Gapura menjulang mengingatkan kita pada gapura-gapura di Pulau Dewata, Bali. Dua buah patung penjaga yang berbentuk mirip dengan patung pra sejarah berdiri dengan gagah. Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Raja Brawijaya V. Di salah satu terasnya terdapat susunan batu dengan pahatan berbentuk matahari yang menggambarkan Surya Majapahit, lambang Kerajaan Majapahit. Candi ini pertama kali ditemukan sebagai reruntuhan batu dengan 14 teras berundak. Namun sekarang hanya tertinggal 13 teras, 9 diantaranya telah dipugar.
Sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa, candi ini dihiasi dengan arca phallus yang menjadi symbol Siwa. Terdapat juga patung Brawijaya V serta penasehatnya dan susunan batu berbentuk lingga dan yoni berukuran dua meter. Bangunan utama berbentuk trapesium berada di teras paling atas. Hingga saat ini Candi Cetho dipergunakan oleh penduduk sebagai tempat beribadah. Sesajen terlihat di arca-arca untuk ritual keagamaan. Wangi bunga sesaji dan dupa ditambah dengan kabut yang sering turun menyelimuti area candi memberi kesan mistis.

Keindahan panorama air terjun memanjakan mata saat menelusuri perjalanan menuju Candi Cetho

Patung penjaga pra sejarah saat menyambut saat memasuki pintu utama candi

Tampak dari depan Candi Cetho berada di ketinggian 1400 mdpl, di kaki gunung Lawu

Gapura khas candi hindu di Candi Cetho

Wisatawan saat menikmati eksotisnya Candi Cetho

  Be the first to like this post
Join the conversation
0
Be the first one to comment on this post!
Up
Copyright @Photoblog.com