Weekly Theme "Prime Lens" | Relaunch (Announcement), Help, Feedback.

Keselamatan Kerja Tidak Menjadi Prioritas

Sulitnya mencari lahan pekerjaan di kota Megapolitan seperti Jakarta membuat pekerjaan apapun dilakukan oleh para pencari kerja. Terkadang pekerjaan berat dan penghasilan tidak sesuai yang diharapkan pekerja, tetap dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pekerja berat yang beresiko terjadinya kecelakaan di Indonesia seperti pembersih gedung, pembangun gedung dan jalan layang dll. dalam standarisasi baik dari segi teknis dan penggunaan alat keselamatan kerja.
Jumlah kecelakaan kerja di dalam perusahaan, Berdasarkan data Jamsostek, mencapai 70.079 kasus pada 2010 disusul kecelakaan lalu lintas 18.472 kasus, dan luar perusahaan 10.160 kasus.

Sejak 2006 hingga 2010, jumlah kasus kecelakaan kerja yang terjadi di dalam perusahaan ada sebanyak 347.056, sedangkan kecelakaan di luar jalan raya atau lalu lintas sekitar 54.129 kasus.

Penunjang alat standarisasi di setiap perusahaan seharusnya lebih ditingkatkan, selain untuk mengurangi angka kecelakaan juga untuk kesejahteraan para pekerja . YULIUS SATRIA WIJAYA

Pekerja tidak memakai standarisasi pengamanan kerja seperti helm dll

Pembersih gedung dikawasan Mampang Prapatan hanya menggunakan peralatan sederhana tanpa ditunjang oleh peralatan yang lengkap

Pekerja memasang reklame dikawasan kuningan Jakarta Pusat

Pekerja konstruksi bangunan saat melakukan penyelasaian jalan layang di jalan Dr. Satrio Jakarta

Pekerja menggunakan helm pengaman dalam pengejaan apartemen di kawasan Epicentrum Kuningan Jakarta

Join the conversation!
    Login or Signup using following options to comment Login or Signup below to comment
    Login Sign up

    There are 2 comments, add yours!