Menikmati Wisata Alam Curug Cibeureum

by Yulius Satria Wijaya June. 26, 2012 22793 views

Curug Cibereum berada di kaki gunung Gede Pangrango Jawa Barat, Curug ini terdiri dari air terjun utama Curug Cibeureum, dan dua air terjun lain yang lebih kecil, Curug Cidendeng dan Curug Cikundul. Curug Cibeureum adalah air terjun terbesar dan paling pendek di kawasan ini, letaknya yang lebih terbuka dan dekat shelter sehingga lebih banyak dikunungi pengunung.

Nama Cibeureum berasal dari bahasa sunda yang berarti sungai merah, nama ini diambil dari nuansa merah dinding tebing yang terbentuk dari lumut merah yang tumbuh secara endemik disana.
Disebelah kanan Curug Cibeureum adalah Curug Cidendeng, ukurannya lebih tinggi dan langsing. Airnya melintasi tebing batu-batu trap dan jatuh menimpa lereng tebing yang berlumut.

Curug ini memiliki ketinggian antara 40-50 meter dan berada di ketinggian 1675 m dari permukaan laut (dpl). Curah hujan rata-rata di kawasan ini berkisar 3.000-4.200 mm per tahun. Bulan basah pada perode Oktober sampai Mei, pada saat musim barat laut dan rata-rata hujannya lebih dari 200 mm per bulan. Bulan Desember sampai Maret curah hujannya dapat mencapai lebih dari 400 mm per bulan.

Menurut klasifikasi iklim Scamidt dan Ferguson, tipe iklim dikawasan ini termasuk tipe iklim A. Rata-rata temperaturnya bervariasi antara 18 °C di Cibodas dan kurang dari 10 °C di puncak Pangrango.
Berjarak sekitar 2,6 km atau satu jam dengan berjalan kaki dari gerbang masuk Taman Nasional. Sedangkan untuk menuju Taman Nasional itu sendiri harus melewati pintu masuk kawasan wisata Kebun Raya Cibodas.

Perjalananan menuju kawasan wisata Cibodas dapat ditempuh dengan mobil dengan kondisi jalan cukup mulus. Jarak ke kawasan ini sekitar 100 km dari Jakarta (sekitar 3 jam perjalanan). Pintu masuk menuju ke Curug Cibeureum terletak di sebelah utara sekitar 500 m dari pintu masuk utama Kebun Raya Cibodas. Pintu masuk ini juga merupakan jalan masuk menuju pendakian ke Gunung Gede-Pangrango.

Sepanjang perjalanan menuju curug ini akan ditemui beberapa tempat yang menarik, yakini tempat pengamatan hewan liar seperti monyet buntut panjang dan burung, juga beberapa tempat peristirahatan (pos) yang sengaja dibangun oleh pengelola. Sekitar 15 menit berjalan dari pintu masuk ditemui pos pertama. Di Pos pertama ini terdapat pusat informasi, tempat istirahat dan toilet.

Setelah berjalan sekitar 2 km, perjalanan akan melewati jembatan yang terbuat dari susuan potongan kayu yang rapi di atas Rawa Gayonggong. Gayonggong sendiri itu jenis rumput. Aman untuk dilewati walau ada beberapa kayu yang bolong karena rapuh. Track jembatan kayu lumayan panjang . Di jembatan kayu ini ada tempat istirahat untuk sekedar melepas lelah atau mengabadikan pemandangan.

Jalur jembatan kayu kembali berganti dengan track bebatuan, dan tidak lama akan ditemui pos ketiga yang terletak di sebelah persimpangan (pertigaan) dan dinamakan Panyancangan Kuda. Ada plang penunjuk arah disana, dengan arah ke kiri menuju lokasi air panas, Kandang Badak dan Puncak Gede, sedangkan arah ke kanan ke curug Cibeureum.

Dari persimpangan tersebut ke arah kanan jalan agak menurun sedikit dan datar. Waktu tempuh menuju curug sekitar seperempat jam lagi dari persimpanan ini. Selamat menikmati wisata allam Curug Cibeureum. Photo/YULIUS SATRIA WIJAYA

Sekelompok anak sedang menikmati suasana curug sambil menyantap makanan

Pengunjung saat menikmati suasana dicurug

Pengunjung dapat menikmati monyet buntut panjang saat melintas menuju curug Cibeurueum

#Pengunjung dapat mengabadikan momen dengan berlatarkan gunung pangrango

# Pasangan muda saat melintas di jembatan, tempat ini menjadi tempat favorit bagi muda-mudi untuk memadu kasih

# Pengunjung yang datang ketempat ini beragam, dari muda hingga yang sudah berumur.

  Be the first to like this post
Join the conversation
1
There is 1 comment, add yours!
David Cardona 7 years, 11 months ago

Great post! Thanks a lot for sharing!

7 years, 11 months ago Edited
Up
Copyright @Photoblog.com